Indeks

Barikade 98, Gempita, dan Cakar Sriwijaya Siap Kawal Hingga Tuntas Persoalan Masyarakat Desa Karang Anyar dan PT GPI

MUBA, Parttimenews.id – Tiga organisasi sekaligus, Barikade 98, LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) , dan Cakar Sriwijaya, menyatakan kesiapannya untuk mengawal hingga tuntas persoalan antara masyarakat Desa Karang Anyar dan PT GPI terkait polemik penutupan dan pembukaan aliran Sungai Lengaran Ilir, Rabu (26/11/25).

 

Pernyataan sikap tersebut disampaikan setelah mencuatnya perbedaan pandangan di tengah masyarakat, di mana sebagian warga meminta aliran sungai dibuka sesuai juknis, sementara sebagian lainnya menghendaki tetap ditutup karena alasan tertentu. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terjadinya konflik horizontal.

 

Ketiga organisasi itu menegaskan bahwa mereka akan berdiri pada posisi check and balance, memastikan tidak ada pihak yang dirugikan, serta mencegah adanya upaya adu domba di tengah masyarakat.

 

Boni selaku Ketua Barikade 98 Muba menyampaikan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terlebih menyangkut kepentingan hidup masyarakat sekitar sungai.

 

“Kami tidak ingin warga terpecah. Kami akan kawal keputusan mediasi dan meminta PT GPI menjalankan komitmennya sesuai hasil rapat, termasuk pembukaan sungai dalam jangka waktu yang ditetapkan,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, LSM Gempita menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan di lapangan.

 

“Kami mengawasi agar keputusan pemerintah, termasuk pembentukan tim kajian lingkungan, benar-benar berjalan. Persoalan lingkungan ini tidak boleh dianggap sepele,” kata Ketua Mauzan Gempita Muba.

 

Sementara itu, Cakar Sriwijaya menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi terbuka antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Mereka menilai, selama ini kurangnya komunikasi justru memicu kesalahpahaman.

 

 

“Tugas kami memastikan suara masyarakat tidak diabaikan. Jika ada dampak lingkungan atau sosial yang merugikan warga, maka itu harus diselesaikan,” ujar Rizki ketua cakar Sriwijaya Muba singkat.

 

Ketiga organisasi tersebut juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi pihak mana pun. Mereka mengingatkan potensi adanya pihak yang diduga berusaha memanfaatkan perbedaan pendapat warga untuk kepentingan tertentu.

 

Barikade 98, Gempita, dan Cakar Sriwijaya memastikan akan terus memantau perkembangan, termasuk peninjauan lapangan yang akan dilakukan pemerintah daerah, serta menindaklanjuti hasil mediasi antara masyarakat dan PT GPI.

 

Dengan komitmen pengawalan dari tiga lembaga tersebut, masyarakat berharap persoalan Sungai Lengaran Ilir dapat diselesaikan secara adil, transparan, dan tanpa memunculkan gejolak baru di Desa Karang Anyar.